Example floating
Example floating
Example 728x250
Makassar

BNNP Sulsel Klarifikasi Insiden Penembakan Saat Operasi Narkoba

68
×

BNNP Sulsel Klarifikasi Insiden Penembakan Saat Operasi Narkoba

Sebarkan artikel ini

Fatihmedianusantara.com Makassar, – Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Kombes Pol Ardiansyah, S.I.K., M.H., memberikan klarifikasi resmi terkait insiden penembakan yang terjadi dalam operasi penangkapan jaringan pengedar narkoba lintas daerah. Ia menegaskan, tindakan petugas di lapangan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak bertujuan untuk melukai apalagi menghilangkan nyawa.

“Yang penting satu kuncinya, pimpinan mendukung saya. Selama pimpinan mendukung, berarti kita berada di jalan yang benar. Tidak ada yang perlu ditakuti,” Ujar Kombes Pol Ardiansyah saat memberikan keterangan kepada sejumlah media di Makassar.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi dalam operasi penangkapan jaringan pengedar ekstasi pada Selasa, 14 Oktober 2025. Dua pelaku melarikan diri saat hendak disergap, sehingga petugas menembak ban mobil untuk menghentikan laju kendaraan. Aksi cepat BNNP Sulsel ini merupakan bagian dari upaya mempersempit ruang gerak jaringan narkoba di wilayah Sulawesi Selatan.

Menurut Ardiansyah, kasus tersebut berawal dari pengiriman paket narkotika jenis ekstasi sebanyak 94 butir dari Medan menuju Sulawesi Selatan. Tim BNNP Sulsel bersama Bea Cukai dan pihak jasa pengiriman melakukan pelacakan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka berinisial AO, yang kemudian mengarahkan penyidik kepada dua nama lain dalam jaringan itu.

“Dalam proses pengembangan, tim kami berupaya melakukan penyergapan terhadap pelaku lain. Namun, saat akan diamankan, kendaraan pelaku justru menabrak arah petugas hingga menimbulkan ancaman serius. Karena itu, anggota mengeluarkan tembakan peringatan dan berupaya menghentikan laju kendaraan,” Jelasnya .

Ia menegaskan bahwa tindakan anggota di lapangan dilakukan secara spontan karena adanya ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa petugas. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi internal agar penggunaan senjata api di masa mendatang lebih hati-hati dan berpedoman pada SOP.

“Kami tidak main-main dengan narkoba, tapi kami juga tidak ingin ada korban jiwa. Karena itu kami evaluasi agar penggunaan senjata selalu hati-hati dan proporsional. Tujuannya menghentikan, bukan membunuh,” Tegasnya .

Perwira menengah Polri ini juga menuturkan bahwa dirinya bukan sosok baru dalam pemberantasan narkoba. Ia pernah bertugas di berbagai posisi strategis, di antaranya Direktorat Narkoba, Wadir Narkoba Polda Sulsel, Kapolres Sinjai, Kapolres Palopo, dan lima tahun di Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus).

“Saya tahu karakter wilayah dan pola peredaran di Sulsel. Pasar narkoba di sini sangat potensial bagi pelaku bisnis gelap. Karena itu kami harus tegas, terukur, dan tidak boleh lengah,” Ujarnya.

Kombes Pol Ardiansyah menegaskan komitmen BNNP Sulsel untuk memperkuat sinergi lintas lembaga, termasuk dengan Bea Cukai, Polda, dan Polres, guna memastikan penanganan penyalahgunaan narkotika dilakukan secara menyeluruh.

“Tidak ada kompromi bagi pelaku peredaran narkoba. Mau sedikit atau banyak, tetap kami kejar. Ini bukan soal jumlah, tapi soal menyelamatkan generasi bangsa,” Pungkasnya. (*411U).

Sumber  : (12357U).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *