Fatihmedianusantara.com Makassar Sulsel, – Suasana Posko Induk penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500 mendadak berubah haru ketika seluruh korban dinyatakan telah berhasil ditemukan. Isak tangis pecah di antara para personel yang selama berhari-hari berjibaku di medan pencarian yang berat dan penuh risiko. ,Jum’at, 23 Januari 2026.
Tim SAR gabungan, prajurit TNI, personel Polri, tenaga medis, relawan, hingga unsur pemerintah yang berada di posko induk larut dalam emosi yang sulit dibendung. Sebagian sujud syukur, sebagian lainnya saling berpelukan, menitikkan air mata sebagai luapan rasa lega, duka, dan kemanusiaan yang mendalam.
Emosi yang selama ini tertahan akhirnya tumpah setelah misi kemanusiaan tersebut dinyatakan tuntas. Pencarian para korban dilakukan di tengah medan ekstrem, kondisi geografis terjal, cuaca yang tidak bersahabat, serta tekanan waktu yang tinggi. Namun seluruh personel tetap bertahan, menunjukkan dedikasi dan solidaritas tanpa kenal lelah hingga tugas itu benar-benar selesai.
Tangis yang pecah di posko induk bukan sekadar luapan emosi, melainkan cerminan empati dan penghormatan terakhir kepada para korban kecelakaan. Di balik seragam, perlengkapan, dan prosedur operasi, tersimpan hati nurani yang bekerja demi kemanusiaan.
Operasi pencarian dan evakuasi resmi ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi simbol penghormatan bagi para korban, sekaligus penegasan bahwa misi kemanusiaan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan rasa kemanusiaan yang tinggi. (*411U).
Laporan : (*Restu).
















