Fatihmedianusantara.com Pangkep Sulsel, – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, terus berjalan secara maksimal dan terkoordinasi dengan baik oleh Tim SAR Gabungan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam menyampaikan bahwa hingga hari kedua operasi, dua jenazah berhasil dievakuasi dengan lancar berkat kerja sama erat seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
“Alhamdulillah, sampai detik ini proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama yang solid dari tim gabungan. Ini adalah korban yang ditemukan pada hari kedua, dan satu paket lainnya segera menyusul untuk dibawa menuju ambulans,” Ujar Pangdam.
Terkait kesiapan menghadapi kemungkinan evakuasi korban lainnya, Pangdam menjelaskan bahwa seluruh personel telah disiapkan dengan skenario matang. Tim SAR bahkan bermalam di lokasi pencarian untuk mengefektifkan waktu dan mempercepat proses evakuasi.
“Seluruh tim hari ini bermalam di lokasi. Logistik sudah kami siapkan sejak kemarin, termasuk skenario pergantian personel yang akan mulai diterapkan besok berdasarkan hasil evaluasi hari ini,” Jelasnya.
Pangdam juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tim khusus, yakni tim ke-6, yang difokuskan untuk mencari bagian ekor pesawat dengan target utama menemukan black box. Meski hingga kini belum ditemukan, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif.
“Kami masih berharap tim ke-6 yang sedang mencari ekor pesawat dapat menemukan sasaran utama, yaitu black box. Sampai hari ini memang belum ada laporan penemuan, namun tim masih bermalam di lokasi,” Tambahnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan yang cukup ekstrem, Pangdam tetap menyampaikan optimisme bahwa pencarian dapat diperluas apabila kondisi cuaca membaik.
“Walaupun kita semua tahu kondisi cuaca dan medan sangat menantang, tetapi dengan ditemukannya dua korban, kami optimistis pencarian selanjutnya tidak terlalu menyulitkan,” Ujarnya.
Terkait proses identifikasi korban, Pangdam memastikan bahwa seluruh keluarga korban telah diambil sampel untuk keperluan ante mortem, dan proses identifikasi didukung langsung oleh tim dari Jakarta.
“Saya yakin proses identifikasi tidak akan memakan waktu lama karena seluruh keluarga korban sudah diambil sampelnya dan ini didukung langsung dari Jakarta,” Pungkas Pangdam.
Operasi pencarian dan evakuasi ini akan terus dilanjutkan sesuai prosedur tetap yang berlaku, dengan mengedepankan keselamatan personel dan nilai-nilai kemanusiaan. (*411U).
















